PEMBERDAYAAN TEKNOLOGI UNTUK MENCIPTAKAN SUMBER ENERGI KEMASYARAKATAN SEBAGAI SOLUSI ENERGI MODERN

(Oleh: Hedi Hastriawan, Teknik Pertambangan 2011, Universitas Sriwijaya)

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beribu sumber daya alam yang ada didalamnya. Mulai dari sumber daya alam yang terbarukan sampai dengan sumber daya alam yang tak terbarukan. Energi merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat untuk menjalankan penghidupan yang layak dalam mencapai suatu kesejahteraan dan kebahagiaan sosial dilingkungannya. Indonesia merupakan suatu negara yang sangat produktif dalam hal produksi sumber energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), Batubara, Panas Bumi (Geothermal) dan sebagainya. Sumber energi yang ada di Indonesia pun terdiri dari energi yang terbarukan dan energi yang tak terbarukan. Namun pada abad ke-20 ini pemanfaatan sumber energi yang ada di Indonesia seperti proses produksinya hanya memprioritaskan pada sumber energi yang tak terbarukan, misalnya minyak, batubara dan sebagainya. Hal ini menjadi suatu kekhawatiran yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia mengingat pentingnya kebutuhan energi dalam suatu sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Akibatnya, ketika ketergantungan terhadap satu bentuk sumber energi tersebut menyebabkan negara ini dapat mengalami krisis energi yang kontinu dikarenakan jumlah cadangan sumber energi tersebut yang tidak akan memadai lagi untuk beberapa tahun kemudian.

Berbagai macam solusi pun telah ditetapkan dan diteliti dengan sangat baik tanpa adanya realisasi yang jelas. Adapun alternatif-alternatif terhadap persoalan itupun telah diberlakukan tanpa adanya suatu gerakan untuk diterapkan kepada seluruh kalangan masyarakat untuk membantu dalam penghematan energi contohnya saja telah banyak kita ketahui tentang pemanfaatan-pemanfaatan sumber energi Coal Bed Methane (CBM), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTAng), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang (PLTG), Bahan Bakar Nabati (Biofuel), Bahan Bakar Air, Energi Gheotermal dan sebagainya. Namun semua alternatif inipun tidak ada gunanya sama sekali tanpa adanya pengaplikasian kepada masyarakat Indonesia. Toh, penggunaan bahan bakar pun masih menjadi priotitas utama sebagai sumber energi utama masyarakat, kelangkaan bahan bakar pun terjadi dimana-mana, kenaikan harga BBM pun sudah rutinitas jika terjadi suatu pembengkakan APBN. Jika dengan penaikan harga BBM oleh pemerintah Indonesia yang merupakan suatu sumber energi yang tak terbarukan dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka itu bukanlah merupakan suatu solusi yang baik untuk jangka waktu yang panjang mengingat BBM pun semakin hari semakin habis tanpa adanya pembaruan lagi. Dan mengingat tidak semua masyarakat Indonesia dapat membeli BBM dengan harga yang dapat mereka jangkau, karena Indonesia termasuk kedalam negara dengan tingkat kemiskinan yang lumayan tinggi. Contohnya saja pada saat harga BBM masih normal yaitu Rp. 4500,- perliternya pada kota-kota ataupun daerah-daerah yang masih dapat dijangkau dalam pendistribusiannya. Nah, sekarang pertanyaannya bagaimana dengan keadaan masyarakat yang berada diluar jangkauan distribusi BBM? Ya, contohnya saja didaerah Trans Lembata, Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, harga yang normalnya saja dapat mencapai Rp. 10000,- per botolnya. Belum lagi ketika terjadi kenaikan harga BBM harga nya mencapai Rp. 40000,- per botolnya (http://regional.kompas.com/read/2012/03/18/11521647/Wah.Harga.Bensin.Rp.40.000.per.Botol) sementara untuk daerah jangkauan BBM hanya naik Rp. 5000,- sampai Rp. 6500,- per liternya sementara untuk daerah diluar jangkauan pada umumnya tingkat ekonomi masyarakatnya masih sangat minim.
Menurut Outlook Energi Nasional 2011, dalam kurun waktu 2000-2009 konsumsi energi Indonesia meningkat dari 709,1 juta SBM (Setara Barel Minyak/BOE) ke 865,4 juta SBM. Atau meningkat rata-rata sebesar 2,2 % pertahun. Konsumsi energi ini sampai akhir tahun 2011, terbesar masih dikuasai oleh sektor industri, dan diikuti oleh sektor rumah tangga, dan sektor transportasi (http://indone5ia.wordpress.com/2012/01/04).


Dari sektor ketenagalistrikan, saat ini pembangkit listrik di Indonesia  masih didominasi oleh penggunaan bahan bakar fosil, khususnya batubara. Sedangkan daerah yang masih mengalami kekurangan daya listrik seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara, dan Papua pembangkit listriknya masih menggunakan BBM, yang dalam komponen biaya pembangkitan masih merupakan komponen terbesar. Dan jika tidak diantisipasi oleh pemerintah bisa-bisa lambat laun sumber energi kita akan habis dari bumi Indonesia tercinta bahkan didunia.

Krisis energi yang terjadi tidak hanya dialami oleh Indonesia saja, tapi dunia pun mengalami krisis energi ini. Umumnya didunia ketergantungan manusia akan bahan bakar fosil sangat tinggi tidak hanya sebatas sektor transportasi saja namun juga sektor kebutuhan primer sandang, pangan, dan papan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan krisis energi didunia. Kebutuhan akan energi ini masih akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, kualitas dan taraf hidup masyarakat, serta teknologi. Meskipun pengembangan teknologi bisa saja menekan kebutuhan energi melalui teknologi peningkatan efisiensi penggunaan energi (http://majarimagazine.com).

Kurva di atas menunjukkan peningkatan konsumsi energi pertahun sejak tahun 1975 dan prediksi konsumsi energi hingga tahun 2300. Hingga saat ini konsumsi energi  pertahun dunia adalah 500 x 1015BTU/tahun. Energi ini sebagian besar diperoleh dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Ketiga sumber ini tergolong sumber energi yang tidak terbarukan. Ketika cadangan sumber ini makin menipis, dikhawatirkan terjadi krisis energi yang berkelanjutan dan saling mempengaruhi tingkat ekonomi dunia.

Masalah krisis energi sebenarnya merupakan masalah yang relatif terhadap sudut pendang kita dalam memandang satu item sebagai gaya hidup yang memuaskan dan pemilihan sumber energi. Krisis energi saat ini lebih disebabkan karena krisis cadangan minyak bumi, gas alam, dan batubara. Untuk itu perlu ada pengembangan energi alternatif sebagai solusi dari krisis energi ini. Adanya kemajuan teknologi telah banyak menjadi bahan penelitian menarik terutama dikalangan mahasiswa. Mahasiswa yang merupakan sosok miniatur masyarakat intelektual yang memilki corak keberagaman pemikiran, gagasan dan ide-ide yang penuh dengan kreatifitas dalam rangka mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan pengajaran, Penelitian, Pengabdian pada masyarakat. Dengan sifat keintelektual dan idealismenya mahasiswa lahir dan tumbuh menjadi model yang memiliki paradigma ilmiah dalam memandang persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan. Ciri dan gaya mahasiswa terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan yang ada. Pijakan ini menjadi sangat relevan dengan nuansa kampus yang mengutamakan ilmu dalam memahami substansi dan pokok persoalan apapun termasuk dalam masalah krisis energi yang sedang dibahas oleh penulis.

Dengan peran sebagai mahasiswa, tidak sedikit dari mereka telah menawarkan beberapa solusi-solusi yang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia terhadap krisis energi pada saat ini. Teknologi yang semakin berkembang menjadi senjata ampuh dari pada mahasiswa dalam mengembangkan sistem dan solusi yang beragam demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik. Tidak hanya itu mereka mulai menawarkan suatu solusi energi terbarukan yang lebih bermasyarakat dan sangat mudah digunakan oleh masyarakat. Hanya saja tergantung dari masyarakat itu sendiri apakah mereka akan tetap bertahan dengan sumber energi yang tak terbarukan ataukah mereka akan melakukan perubahan dalam penggunaan energi untuk saat ini dan untuk masa depan mereka. Contohnya saja, dalam beberapa dekade terakhir banyak mahasiswa yang telah mmenemukan suatu sumber energi baru yang terbarukan dengan bantuan sumber daya alam seperti matahari, gelombang, angin, air dan sebagainya yang telah berhasil menggugah pandangan pemerintah akan adanya sumber energi yang terbarukan yang berbasis teknologi modern diantaranya seperti, Coal Bed Methane (CBM), Bahan Bakar Nabati (Biofuel), Bahan Bakar Air, Energi Gheotermal, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTAng), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang (PLTG)dan sebagainya. Seperti yang kita ketahui Indonesia menyimpan sumber energi yang sangat banyak contohnya saja seperti Sumber Energi  Gheotermal yang mana titik-titik pusat energi gheotermal tersebut sangat banyak diwilayah Indonesia ini (http://www.esdm.go.id).

Dari data diatas dapat kita jelaskan bahwa betapa banyaknya kuantitas sumber energi yang dapat kita manfaatkan, dan betapa kayanya Indonesia dengan sumber daya alam yang dimilikinya. Tinggal memperhitungkan langkah-langkah yang mesti dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Dan sudah sepatutnya pemerintah turut andil dalam mendukung dan mengoptimalkan peran mahasiswa dalam proses peningkatan mutu pendidikan untuk kemajuan teknologi Indonesia dalam menghadapi berbagai permasalahan-permasalahan yang dihadapi terutama permasalahan energi Indonesia. Oleh sebab itu, dengan cara pemberdayaan alam ini dalam penanggulangan krisis energi diharapkan dapat menjadi solusi terbaik untuk Indonesia yang lebih mandiri terhadap penggunaan energi. Sumber-sumber energi ini dapat diaplikasikan kepada masyarakat dimanapun, mengingat Indonesia yang beriklim tropis dan mempunyai sumber daya alam yang sangat kaya.

Dengan solusi yang ditawarkan oleh mahasiswa dan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat maka bisa dipastikan Indonesia tidak akan mengalami krisis energi yang berkepanjangan sehingga Indonesia dapat mencapai Indonesia yang mandiri energi. Seperti yang terjadi di Brazil pada penggunaan biofuel yang sukses dengan program energi biofuel/ethanolnya (http://berkala.itb.ac.id/?p=61). Di Brazil, sejak 1975, telah dimulai program Pro-Alcool (Program Alkohol Nasional) yang dipicu krisis minyak di negara tersebut dua tahun sebelumnya. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil mengurangi 10 juta mobil berbahan bakar bensin. Pajak yang tinggi bagi bensin dan subsidi pemerintah bagi usaha ethanol, menyebabkan industri ethanol berkembang dengan subur di Brazil. Program Pro-Alcool yang diterapkan Brazil tak hanya sebatas kampanye penanaman tebu serta subsidi, namun juga terkait dengan penggunaan ethanol secara meluas. Hal ini tercermin dari pompa bensin yang menyediakan dua jenis bahan bakar, gasoline dan ethanol, serta produksi mobil dengan mesin berbahan bakar ethanol maupun combo (dua jenis bahan bakar). Apresiasi masyarakat terhadap perubahan ini tampak dari peningkatan pembelian mobil berbahan bakar ethanol. Dalam kurun waktu 1983 hingga 1988, 90% penjualan didominasi mobil berbahan bakar ethanol. Begitu juga di Austria, yang selain menggunakan biofuel untuk kendaraan juga telah memanfaatkan air, angin, matahari, dan geothermal sebagai penghasil listrik.

Nah, sekarang jika Indonesia dapat mengikuti jejak-jejak Brazil dan Austria maka seperti yang dijelaskan diatas Indonesia dapat mencapai tingkat kemandirian energi yang sangat baik, demi kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik dan Indonesia yang lebih mandiri.

DAFTAR PUSTAKA

Bere, Sigiranus Marutho.18 Maret 2012. Wah! Harga Bensin Rp 40.000 per Botol, (online), (http://regional.kompas.com),diakses pada 18 Maret 2012

Phelia.07 Juli 2011. Potensi Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk Memenuhi Kebutuhan Listrik dan Energi, (online), (http://majarimagazine.com), diakses pada 18 Maret 2012

Sutrisna, Kadek Fendy.02 Januari 2012. Kondisi dan Permasalahan Energi di Indonesia, (online), (http://indone5ia.wordpress.com), diakses pada 18 Maret 2012

http://berkala.itb.ac.id/?p=61, (online), diakses pada 20 Maret 2012

http://www.esdm.go.id, (online), diakses pada 20 Maret 2012

CURRICULUM VITAE

Nama                                       : Hedi Hastriawan

NIM                                        : 03111002011

Perguruan Tinggi                     : Universitas Sriwijaya

Fakultas                                   : Teknik

Jurusan                                    : Teknik Pertambangan

Angkatan/Semester                  :2011/III

Tempat, Tanggal Lahir                : Belui, 07 Maret 1994

Jenis Kelamin                          : Laki-laki

Agama                                     : Islam

Alamat Asal                            : Desa Simpang Belui RT 04 No 01 Kecamatan Depati VII,

Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi

Alamat Sekarang                     : Jln. Sarjana No 14 RT 02 Lingkungan III

Kelurahan Timbangan, Kecamatan Inderalaya Utara

Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan

Alamat Perguruan Tinggi        : Jln. Raya Palembang-Prabumulih KM.32 Zona E, Fakultas

Teknik, Jurusan Teknik Pertambangan UNSRI, Indralaya,

Sumatera Selatan Fax : (0711)580137

Telephone/No. HP                     : 087745154561

E-mail                                      : hedihastriawan@ymail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s