Nabi Muhammad SAW, Inspirasi Leadership Pemuda Modern

Standar

NABI MUHAMMAD SAW, INSPIRASI LEADERSHIP PEMUDA MODERN

(Oleh: Hedi Hastriawan, Teknik Pertambangan 2011)

 “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :

1.      Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
2.      Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
3.      Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
4.      Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
5.      Hidupmu sebelum datang kematianmu.”

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)

 404160_449247295107380_109344022_n

Usia muda adalah usia di mana keadaan fisik masih prima, semangat masih membara, dan pikiranpun masih fresh. Inilah kesempatan emas yang seharusnya di gunakan oleh para pemuda Islam untuk beramal ma’ruf nahi munkar serta mengambil peran dalam penegakan nilai-nilai Islam. Seperti dalam kutipan diatas, dapat kita artikan bahwa apabila kita tidak memanfaat waktu muda kita dengan selalu bertakwa kepada Allah swt dan menegakkan nilai-nilai-Nya, maka kita termasuk orang yang telah merugi seperti yang di firmankan Allah Ta’ala, ”Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati dalam menatapi kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran” [Q.S. AI Ashr: (103): 1-3]. Alangkah meruginya jika masa muda yang bisa dikategorikan kedalam Golden Age yaitu masa dimana terjadi kekuatan, pola pikir, semangat yang berada dalam kondisi keemasan dari fase kehidupan disia-siakan untuk hal yang percuma dan tidak bermanfaat. Oleh karena itu, perlunya bagi para pemuda muslim untuk bangkit dan berjuang sehingga mampu memberikan dampak positif baik bagi bangsa, negara, maupun terhadap dirinya sendiri, yang seyogyanya nilai-nilai itu telah ada didalam dirinya dan juga telah di katakan oleh Allah SWT bahwa setiap manusia dibumi merupakan khalifah bagi diri sendiri, kelompok maupun negara. Nilai inilah yang seharusnya dimiliki oleh pemuda-pemuda sekarang karena pemuda inilah yang nantinya kan menjadi pemimpin bangsa dan negara. Seperti yang telah dicontohkan oleh baginda Rasullallah Muhammad SAW yang telah berhasil memimpin dan membangun jiwa kepemimpinannya yang emas dan agung bagi diri nya, kelompok, dan bangsa dan negara serta bumi yang kita pijaki ini.

Melihat fakta Indonesia saat ini, terjadi berbagai persoalan dan kondisi yang memprihatinkan, kekisruhan terjadi di mana-mana, pengrusakan timbul dengan dalih untuk kebutuhan, peperangan antar sesama pun kian merebak, pengambilalihan kekuasaan sedang diperebutkan oleh elit negara, terjadinya krisis pemimpin yang tidak sesuai dengan harapan rakyat, serta krisis multidimensional yang melandanya. Lalu seperti apakah sosok pemimpin yang diharapkan oleh bangsa kita saat ini? Seorang pemimpin yang dapat membawa kecerahan bagi masyarakatnya dalam perubahan zaman merupakan sosok pemimpin yang kita nantikan dan kita inginkan. Para penguasa saling berebut guna menjadi orang nomor satu di Indonesia. Tapi apakah mereka sudah memiliki dan menanamkan ideologi mereka dengan benar? Dengan dalih memperjuangkan rakyat ini? Atau mereka hanya semata-mata ingin menjadi tokoh yang tenar dan hanya ingin dihormati semata? Padahal dalam agama Islam kedudukan seorang pemimpin itu tidak diperebutkan, tetapi seorang pemimpin itu dipilih berdasarkan kemufakatan karena ia merupakan sosok yang memang tepat dalam memimpin.

Dalam hal ini dibutuhkan seorang pemimpin yang diharapkan mampu mengatasi berbagai problematika yang ada di depan mata tersebut. Diperlukannya sebuah aspek internal pada diri seorang pemimpin, yang mana pemimpin harus memiliki kemampuan secara umum dan pemahaman terhadap persoalan yang sedang melilit bangsa ini. Dengan memiliki kemampuan tersebut, seorang pemimpin mampu membawa perubahan bagi bangsanya menuju kecerahan yang lebih baik.

Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, “Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang dan terpecah belah oleh sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia.” Inilah bukti nyata akan keagungan dan kekuatan jiwa seorang manusia biasa yang mempunyai kekuatan luar biasa yang wajib dijadikan idola bagi pemuda modern untuk pencapaian dunia manusia yang lebih bernialai dan lebih bermanfaat untuk diri, kelompok, kerabat, dan seluruh aspek kehidupan. Hal inilah yang seharusnya menjadi tauladan dan inspirasi bagi seluruh pemuda islam untuk mencapai pemuda yang ideal.

Pemuda Islam yang ideal adalah pemuda yang bertakwa kepada Allah SWT dan berperan serta dalam penegakan nilai-nilai Islam atau Pemuda yang setiap menjalani setiap aktifitas dalam kehidupan niatannya hanya karena Ibadah Kepada Allah Swt seperti yang di telah di perintahkan Allah swt dalam Al-Qur’an dan yang telah di Sunnahkan Nabi Muhammad SAW. Selain itu seorang pemimpin adalah pribadi yang sangat menentukan bagi suatu umat atau bangsa. Seorang pemimpin merupakan sosok yang memiliki sifat terbuka terhadap rakyatnya, dapat menerima berbagai saran dan kritik, bersikap profesional, memiliki kemampuan intelektual, memiliki kecerdasan emosi yang tinggi dikarenakan seorang pemimpin harus bisa menghargai dan mengutamakan nasib rakyatnya dibanding dengan dirinya sendiri, mempunyai kepribadian yang kuat dan dapat memberi teladan dalam berbagai hal, serta yang terpenting memiliki keimanan kepada Allah SWT yang mana membawa dirinya dan masyarakatnya dalam melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta merasa takut akan perbuatan yang dilakukannya. Dan mengembalikan segala yang diperbuat lewat kepemimpinannya kepada Allah SWT. Disebutkan dalam ketetapan MPR No II/MPR/1978 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) disebutkan generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan nasional yang berjiwa pancasila, yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta utuh dan mampu mengatasi berbagai tantangan pembangunan.

Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa pemuda merupakan sosok yang yang diharapkan mampu menentukan keberhasilan suatu bangsa. Generasi muda ini dapat dijadikan sebagai pemimpin yang dapat merubah keadaan bangsa ini menuju ke arah yang lebih baik dan dapat menjadikan masyarakatnya menjadi masyarakat yang lebih beradab yang mana memliki kemandirian, keharmonisan dan bersistem berdasar pesan moral yang dapat menjamin keseimbangan antara individu satu dengan individu yang lain.

Rasulullah SAW dalam memimpin bangsanya menggunakan syariah islam sebagai pijakannya, dan hal ini berhasil ditempuh oleh beliau. Rasulullah SAW merupakan sosok dan tokoh sentral pemimpin ideal kita. Dan dari situlah kita dapat meneladani sifat kepemimpinan beliau yang dapat menjadikan masyarakatnya suatu masyarakat yang madani. Seorang pemimpin harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap segala persoalan yang ada dalam suatu bangsa dan mampu menjalankan amanah yang dipikulnya. Menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut, karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu. Amanah juga menjadi salah satu prinsip kepemimpinan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW. Sebagai pemimpin umat, Rasulullah SAW memiliki empat ciri kepemimpinan: shidiq (jujur), fathanah (cerdas), amanah (dapat dipercaya), dan tabligh (menyampaikan, berkomunikasi dan komunikatif dengan bawahannnya dan semua orang). Dan dari hal itulah kita dapat meneladani konsep kepemimpinan Rasulullah SAW. Dan sangat penting bagi pemuda untuk meneladani konsep kepemimpinan yang bersandar pada pemerintahan Rasulullah SAW dahulu, karena Rasulullah adalah tokoh sentral kepemimpinan yang patut ditiru oleh bangsa ini untuk perubahan yang lebih baik.

Para pemuda hendaknya mencontoh kepemimpinan yang dijalankan oleh Rasulullah SAW, dan para sahabat-sahabatnya seperti kepemimpinan yang dijalankan Abu Bakar As Sidiq, sebagaiman tertera dalam pidatonya ketika beliau diangkat menjadi pemimpin. Perhatikan uraian berikut:

“Saudara-saudara, aku telah diangkat menjadi pemimpin bukanlah karena aku yang terbaik diantara kalian semuanya, untuk itu jika aku berbuat baik bantulah aku, dan jika aku berbuat salah luruskankanlah aku. Sifat jujur itu adalah amanah, sedangkan kebohongan itu adalah pengkhianatan. “orang lemah“ diantara kalian aku pandang kuat posisinya disisiku dan aku akan mengambil hak-hak mereka yang mereka peroleh dengan jalan yang jahat untuk aku kembalikan kepada yang berhak menerimanya, janganlah diantara kalian meninggalkan jihad, sebab kaum yang meninggalkan jihad akan ditimpakan kehinaan oleh Allah. Patuhlah kalian kepadaku selama aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika aku durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka tidak ada kewajiban diantara kalian untuk mematuhiku. Kini marilah kita menunaikan sholat semoga Allah SWT melimpahkan rahmat –Nya kepada kita semua.”

Dari pidato Abu Bakar As Sidiq diatas, seorang pemipin harus rendah hati, dikarenakan mempunyai kedudukan yang sama dengan rakyat. Hanya saja pemimpin lebih dipercaya oleh rakyat dalam mengatasi kepemimpinan serta pemimpin itu seolah pelayan bagi rakyatnya, selain itu bisa diambil hikmahnya bahwa pemimpin itu terbuka untuk diberi masukan dan kritikan apabila menuai kesalahan, seorang pemimpin dapt menjaga amanah yang ditanggungjawabkan kepadanya, serta selalu berjuang di jalan Allah guna memperoleh kebenaran hakiki. Lantas, pemimpin seperti apa yang sebaiknya diangkat di zaman seperti sekarang ini? Secara umum Al-Qur’an sudah memberikan gambaran kriteria pemimpin yag harus dipilih, yaitu seperti yang ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang artinya:

“Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (sesudah Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shaleh”. (QS Al-Ambiya’ :105).

Dari penjelasan diatas, maka dapat kita buat suatu kesimpulan bahwa pemuda merupakan sarana yang strategis dalam penentuan penyelenggaraan negara ke depannya, dengan memiliki budi luhur yang baik, tutur kata yang sopan, selalu berpikir ke depan, kepemimpinan disesuaikan dengan syariah islam dan konsep kepemimpin yang syar’i. Rasulullah SAW dalam memimpin bangsanya menggunakan syariah islam sebagai pijakannya, dan hal ini berhasil ditempuh oleh beliau. Rasulullah SAW merupakan sosok dan tokoh sentral pemimpin ideal kita. Dan dari situlah kita dapat meneladani sifat kepemimpinan beliau yang dapat menjadikan masyarakatnya suatu masyarakat yang madani. Seorang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, Berilmu, Memiliki kekuatan Fisik (sehat jasmani dan rohani) Kekuatan fisik merupakan syarat utama dalam memegang tanggung jawab berat mengurus umat.

Dengan stamina yang prima pemimpin akan maksimal mencurahkan tenaga, pikiran dan waktunya mengurus umat, Bersikap adil, jujur dan dapat dipercaya, komitmen akan amanah yang dipikulnya serta mampu menegakan kebenaran dan mencegah kemungkaran. Maka pemuda Islam yang ideal merupakan sosok pemuda yang meneladani sifat-sifat serta perilaku yang ditunjukan oleh baginda Rasullalah Muhammad SAW. Karena beliaulah sumber inspirasi bagi pemuda islam yang semestinya. Maka, sudah sewajibnya kita menjadikan beliau sebagi tokoh idola karena “Nabi Muhammad Saw, Inspirasi Leadership Pemuda Modern”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s