Akhir-akhir ini harga bahan bakar minyak dunia meningkat pesat yang berdampak pada meningkatnya harga jual bahan bakar minyak termasuk minyak tanah. Minyak tanah di Indonesia yang selama ini di subsidi menjadi beban yang sangat berat bagi pemerintah Indonesia karena nilai subsidinya meningkat pesat menjadi lebih dari 49 trilun rupiah per tahun dengan penggunaan lebih kurang 10 juta kilo liter per tahun. Selain itu adanya permainan antara Pertamina dgn agen – agen mitan, seperti di Aceh dan juga daerah – daerah lainnya.Untuk mengurangi beban subsidi tersebut maka pemerintah berusaha mengurangi subsidi yang ada dialihkan menjadi subsidi langsung kepada masyarakat miskin. Namun untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dalam hal ini Minyak Tanah diperlukan bahan bakar alternatif yang murah dan mudah didapat.

Briket batubara merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari batubara, bahan bakar padat ini murupakan bahan bakar alternatif atau merupakan pengganti Minyak tanah yang paling murah dan dimungkinkan untuk dikembangkan secara masal dalam waktu yang relatif singkat mengingat teknologi dan peralatan yang digunakan relatif sederhana.

A. Batubara

Batubara terbagi menjadi 2 macam :

1. Batubara muda / sub-bituminus / lignite, yaitu batubara kalori rendah (bermutu rendah). Ciri-cirinya :

  1. Fisiknya lebih lembut dengan materi yang rapuh
  2. Berwarna suram seperti tanah
  3. Tingkat kelembaban (moisture) yang tinggi
  4. Kadar karbon rendah
  5. Kandungan energinya rendah

2. Batubara tua / bituminus / antrasit, yaitu batubara kalori tinggi (bermutu baik). Ciri-cirinya : Fisiknya keras dan kompak

  1. Warnanya hitam dan mengkilat
  2. Tingkat kelembaban (moisture) yang rendah
  3. Kadar karbon tinggi
  4. Kandungan energinya besar

Pembentukan Batubara Batubara adalah mineral organik yang dapat terbakar. Terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap di dalam tanah selama jutaan tahun. Endapan tersebut selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlansung selama jutaan tahun. Oleh karena itu, batubara termasuk dalam katagori bahan bakar fosil.

Batubara memiliki keunggulan yaitu :

  1. Memiliki cadangan yang besar +/- 160 tahun
  2. Dapat diperoleh dari banyak sumber dengan harga stabil
  3. Harganya lebih murah dari minyak dan gas
  4. Aman untuk ditransportasikan dan disimpan
  5. Dapat ditumpuk di lokasi sementara
  6. Tidak banyak terpengaruh oleh cuaca dan hujan
  7. Dapat dikembangkan dengan teknologi batubara bersih

B. Briket Batubara

Briket batubara adalah bahan bakar padat yang terbuat dari batubara dengan sedikit campuran seperti tanah liat dan tapioka. Briket batubara mampu menggantikan sebagian dari kegunaan Minyak tanah sepeti untuk : Pengolahan makanan, pengeringan, pembakaran, dan pemanasan. Bahan baku utama Briket batubara adalah batubara yang sumbernya berlimpah di Indonesia dan mempunyai cadangan untuk selama lebih kurang 150 tahun.

Teknologi pembuatan briket tidaklah terlalu rumit dan dapat dikembangkan oleh masyarakat maupun pihak swasta dalam waktu singkat. Sebetulnya di Indonesia telah mengembangkan briket batubara sejak tahun 1994 namun tidak dapat berkembang dengan baik mengingat Minyak tanah masih disubsidi sehingga harganya masih sangat murah, sehingga masyarakat lebih memilih Minyak tanah untuk bahan bakar sehari-hari. Namun dengan kenaikan harga BBM per 1 Oktober 2005, mau tidak mau masyasrakat harus berpaling pada bahan bakar alternatif yang lebih murah seperti Briket Batubara.

C. Bahan Campuran dan Fungsi

1. Batubara, sebagai bahan utama pembuatan briket batubara. Semakin tinggi nilai kalorinya, panas yang dihasilkan akan semakin tinggi. Semakin tinggi nilai kalorinya, pembakaran akan semakin lama karena unsur zat yang mudah terbakar (volatile matter) yang dikandungnya akan semakin sedikit. Semakin banyak komposisi batubaranya, pembakaran yang dihasilkan akan semakin panas dan semakin lama. Semakin tinggi nilai kalorinya semakin sulit menyala, karena kadar volatile matternya akan semakin sedikit. Semakin rendah nilai kalorinya, panas yang dihasilkan akan semakin berkurang dan lama pembakaran akan semakin cepat. Batubara dengan nilai kalori rendah juga mengandung banyak air sehingga menyulitkan dalam penyalaan, berasap dan panas yang berkurang. Solusinya dengan cara pengeringan (mengurangi kadar air) dan dengan cara karbonisasi (menaikkan kadar kalori batubara).

2. Biomassa (serbuk kayu keras), sebagai bahan untuk mempercepat dan memudahkan proses pembakaran. Semakin banyak komposisi biomassa maka briket akan semakin mudah terbakar dan pencapaian suhu maksimalnya akan semakin cepat. Kelemahannya semakin banyak komposisi biomassanya, lama pembakaran menjadi semakin berkurang. Biomassa dapat diubah / diolah menjadi bio arang, yang merupakan bahan bakar dengan tingkat nilai kalor yang cukup tinggi dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin besar komposisi biomassa, maka kandungan emisi polutan CO dan polusi HC akan semakin berkurang.

3. Tanah liat, sebagai bahan pengeras sekaligus perekat. Jenis tanah liat yang dipilih, harus mengandung unsur Kaulinik yaitu unsur yang mempengaruhi kerekatan, kekerasan dan kekeringan. Semakin banyak komposisinya, briket yang dihasilkan akan semakin keras. Semakin banyak komposisinya, gas CO yang dihasilkan akan semakin sedikit. Dari hasil uji coba untuk ketahanan dan lama pembakaran, komposisi yang terbaik untuk tanah liat adalah 10%.

4. Tepung tapioka, sebagai bahan perekat utama. Pemilihan tepung tapioka yang baik juga diperlukan untuk mendapatkan daya rekat yang kuat dan tidak mudah hancur. Pembuatan “adonan perekat” dari tepung tapioka dengan air juga harus diperhatikan sehingga benar-benar matang dan kental. Setelah adonan jadi sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sehingga adonan tersebut benar-benar kental dan rekat

5. Kapur (lime), sebagai bahan imbuhan yang digunakan untuk mengikat racun dan mengurangi bau belerang. Dari hasil uji coba, komposisi yang terbaik untuk kapur adalah 1% .  Komposisi kapur juga perlu diperhatikan, karena apabila terlalu banyak akan membuat panas pembakaran briket menjadi berkurang

D. Jenis Briket batubara

  1. Jenis Berkarbonisasi (super), jenis ini mengalami terlebih dahulu proses dikarbonisasi sebelum menjadi Briket. Dengan proses karbonisasi zat-zat terbang yang terkandung dalam Briket Batubara tersebut diturunkan serendah mungkin sehingga produk akhirnya tidak berbau an berasap, namun biaya produksi menjadi meningkat karena pada Batubara tersebut terjadi rendemen sebesar 50%. Briket ini cocok untuk digunakan untuk keperluan rumah tangga serta lebih aman dalam penggunaannya.
  2. Jenis Non Karbonisasi (biasa), jenis yang ini tidak mengalamai dikarbonisasi sebelum diproses menjadi Briket dan harganyapun lebih murah. Karena zat terbangnya masih terkandung dalam Briket Batubara maka pada penggunaannya lebih baik menggunakan tungku (bukan kompor) sehingga akan menghasilkan pembakaran yang sempurna dimana seluruh zat terbang yang muncul dari Briket akan habis terbakar oleh lidah api dipermukaan tungku. Briket ini umumnya digunakan untuk industri kecil.

Produsen terbesar Briket Batubara di Indonesia saat ini adalah PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero), atau PT. BA yang mempunyai 3 pabrik yaitu di Tanjung Enim Sumatera Selatan, Bandar Lampung dan Gresik Jawa Timur dengan kapasitas terpasang 115.000 ton pertahun. Disamping PT. BA terdapat beberpa perusahaan swasta lain yang meproduksi Briket Batubara namun jumlahnya jauh lebih kecil dibanding PT. BA dan belum berproduksi secara kontinyu.

Dengan adanya kenaikan BBM khususnya Minyak Tanah dan Solar, tentunya penggunaan Briket Batubara oleh kalangan rumah tangga maupun industri kecil/menengah akan lebih ekonomis dan menguntungkan, namun demikian kemampuan produksi dari PT. BA. masih sangat kecil, untuk mengatasi kekurangan tersebut diharapkan partisipasi serta keikutsertaan pihak swasta untuk memproduksi dan mensosialisasikan penggunaan Briket Batubara disetiap daerah.

E. Keunggulan Briket Batubara

1. Lebih murah

2. Panas yang tinggi dan kontinyu sehingga sangat baik untk pembakaran yang lama

3. Tidak beresiko meledak/terbakar

4. Tidak mengeluarkan sauara bising serta tidak berjelaga

5. Sumber Batubara berlimpah

 

F. Perbandingan Pemakaian Minyak Tanah dengan Briket

Rumah tangga untuk 3 ltr/hari Minyak tanah Rp. 9000/hari; Briket Rp. 5400/hari; Penghematan Rp. 3600/hari. Warung makan untuk 10 ltr/hari Minyak Tanah Rp. 30.000/hari; Briket Rp. 18.000/hari; Penghematan Rp. 12.000/hari. Industri kecil untuk 25 ltr/hari Minyak Tanah Rp. 75.000/hari; Briket 45.000/hari; Penghematan Rp. 30.000/hari

Industri kecil untuk 100 ltr/hari Minyak Tanah Rp. 2.000.000/hari; Briket Rp. 1.502.450/hari; Penghematan Rp. 497.550/hari.

G. Parameter Antara Minyak Tanah dan Briket

Nilai kalori : Minyak Tanah 9.000 kkal/ltr; Briket : 5.400 kkal/kg

Ekivalen : Minyak Tanah 1 ltr; Briket 1.50 kg

Biaya : Minyak Tanah Rp. 2800,- Briket : Rp. 1.300

H. Jenis dan Ukuran Briket batubara

1. Bentuk telur : sebesar telu ayam

2. Bentuk kubus : 12,5 x 12,5 x 5 cm

3. Bentuk selinder : 7 cm (tinggi) x 12 cm garis tengah

Briket bentuk telur cocok untuk keperluan rumah tangga atau rumah makan, sedangkan bentuk kubus dan selinder digunakan untuk kalangan industri kecil/menengah.

 

I. Kompor/Tungku Briket Batubara

Penggunaan Briket Batubara harus dibarengi serta disiapkan Kompor atau Tungku, jenis dan ukuran Kompor harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pada prinsipnya Kompor/Tungku terdidri atas 2 jenis :

1. Tungku/Kompor portabel, jenis ini pada umumnya memuat briket antara 1 s/d 8 kg serta dapat dipindah-pindahkan. Jenis ini digunakan untuk keperluan rumah tangga atau rumah makan.

2. Tungku/Kompor Permanen, biasanya memuat lebih dari 8 kg briket dibuat secara permanen. Jenis ini dipergunakan untuk industri kecil/menengah.

Persyaratan Kompor/tungku harus memiliki :

1. Ada ruang bakar untuk briket

2. Adanya aliran udara (oksigen) dari lubang bawah menuju lubang atas dengan melewati raung bakar briket yang terdiri dari aliran udara primer dan sekunder

3. Ada rung untuk menampung abu briket yang terleak di bawah ruang bakar briket

Pengembangan produksi Briket batubara dan kompor/tungku sampai saat ini pihak BPP Teknologi melalui Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) telah lama mengembangkan dan men-disain mesin untuk memproduksi Briket Batubara skala kecil/menengah dengan kapsitas produksi sebesar 2 s/d 8 ton/hari. Dengan demikian industri briket sakala kecil/menengah ini diharapkan bisa tersebar di sentra-sentra pengguna Briket Batubara sehingga mudah dalam penyediaan briket secara kontinyu. Disamping itu pula BPP Teknologi telah mengembangkan jenis-jenis Kompor/Tungku Briket untuk keperluan rumah tangga, rumah makan serta industri kecil/menengah.

 

 

 

J. Kelemahan Briket Batubara dan Solusinya

1. Sulit dalam penyalaan, solusinya :

  1. Bahan baku batubara dan tanah liat dalam keadaan kering (dijemur terlebih dahulu), sehingga kadar airnya rendah.
  2. Bahan baku batubara dan tanah liat “di-crusher” dan “di-screen” terlebih dahulu dengan menggunakan lubang saringan yang kecil dari 3 mm2.
  3. Memperbesar komposisi biomassa (serbuk kayu keras), karena biomassa dapat membantu mempercepat proses penyalaan.
  4. Briket batubara yang sudah dicetak harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur atau dipanaskan dengan “oven” sebelum dikemas dalam karung. Hal ini untuk menghindari briket lembab saat digunakan nantinya.

2. Berasap dan berbau, solusinya :

  1. Semua bahan diusahakan dalam keadaan kering, karena kelembaban dan kadar air yang banyak menyebabkan asap yang banyak dan berbau
  2. Pemberian angin atau menggunakan cerobong pada saat penyalaan awal akan membantu briket cepat menjadi bara sehingga asap dan bau yang dihasilkan dari pembakaran briket tersebut juga akan berkurang
  3. Penambahan unsur kapur dalam komposisi briket. komposisi terbaik untuk kapur 1%. Hal ini juga akan mengurangi kadar asap dan bau
  4. Pemberian biomassa juga akan membantu mempercepat batubara menjadi bara sehingga asap dan bau akan cepat berkurang
  5. Dengan cara batubara dikarbonisasi terlebih dahulu, karena dengan proses karbonisasi, telah membuang sebagian zat terbang dan gas-gas sisa pembakaran.

3. Panas dan lama pembakaran, solusinya :

  1. Pemilihan batubara dengan kalori tinggi atau dengan cara dikarbonisasi
  2. Dengan memperbesar komposisi batubara. Karena semakin banyak komposisi batubaranya maka akan semakin lama dan semakin panas hasil pembakarannya
  3. Penentuan komposisi tanah liat dan jenis tanah liat juga berpengaruh terhadap lama pembakaran. Pemilihan tanah liat yang baik akan membuat briket lebih rekat, padat dan keras yang akhirnya juga memperlama proses pembakaran
  4. Pengeringan hasil briket. Karena briket yang lembab dan basah akan berpengaruh besar terhadap panas yang dihasilkan.

4. Kepadatan dan kekerasan, solusinya :

  1. Pemilihan tanah liat yang baik yang mengandung unsur kaulinik sehingga mempunyai daya rekat dan kekerasan yang tinggi serta cepat kering
  2. Penghancuran (crusher) dan penyaringan (screen) bahan baku juga berpengaruh terhadap kekerasan hasil cetak. Semakin kecil partikel bahan baku akan membuat partikel tercampur (mixer) lebih merata dan padat serta tidak mudah hancur
  3. Pemilihan tepung tapioka dan pembuatan “adonan tapioka” yang baik sehingga didapatkan campuran adonan tapioka yang kental dan mempunyai daya rekat yang baik
  4. Penjemuran atau peng-oven-an hasil briket sampai benar-benar kering sebelum dikemas dalam karung. Untuk mengurangi briket yang hancur dan mutu yang buruk saat pengiriman dan pemakaian.

5. Harga jual produk, solusinya :

  1. Pemilihan lokasi pabrik yang dekat dengan sumber bahan baku dan konsumen. Hal ini akan mempengaruhi harga jual sehingga lebih mudah bersaing di pasar.
  2. Proses produksi yang baik dan benar, untuk mengurangi kegagalan produksi atau “complain” dari konsumen * “Quantity” produksi yang besar akan menurunkan biaya produksi.

K. Jenis batubara yang dapat digunakan

1. Briket tipe telur/bantal

2. Berbagai macam tipe briket

3. Tipe briket batubara tipe sarang tawon

L. Cara Penggunaan Briket Batubara

1. Anglo yang digunakan untuk membuat uap panas yang akan digunakan misalnya dalam sterilasi media jamur harus memiliki kapasitas muat briket yang cukup besar. Untuk ketel uap ukuran sebesar drum minyak (200 ltr), anglo briket yang dibutuhkan memiliki kapasitas 20-40 kg briket.

2. Jika akan digunakan briket sarang tawon bentuk kubus, sebaiknya anglo yang digunakan memiliki ruang pembakaran bentuk segi empat, yang dapat memuat sekitar 8 sampai 12 briket batubara pada bagian dasarnya briket dapat disusun ke atas 2 sampai 4 tingkat.

3. Penyulutan awal dapat dilakukan dengan menggunakan tatalan/potongan kecil kayu atau merendam sebagian kecil briket dengan minyaka tanah sebelum dibakar.

4. Sterilisasi berlangsung minimal 6 jam (tergantung jumlah log bag yang akan disterilisasi), setelah uap yang dihasilkan meiliki tekanan dan kapsitas uap yang memadai pada suhu di atas 100°C.

5. Untuk sterilisasi rumah jamur berlangsung sekitar 8-12 jam, setelah temperatur ruangan stabil pada suhu sekitar 80°-90°C.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s